Kriptgrafi Klasik Bagian III Oleh : Fadil Firmansyah

 KRIPTOGRAFI KLASIK

AFFINE CIPHER

    Affine Cipher adalah algoritma kriptografi yang dikembangkan dari metode Caesar Cipher. Algoritma ini merupakan contoh dari kriptografi pertukaran monoalfabet. Affine Cipher melakukan proses enkripsi dengan cara pergeseran karakter dengan substansial matematis. Perbedaan yang mendasar dari algoritma ini adalah pergeseran dilakukan dengan cara melakukan perkalian terhadap suatu bilangan yang relatif prima dengan bilangan yang digunakan pada saat proses dekripsi. Seluruh proses bergantung pada kunci dan modulo yang bekerja. Kunci yang digunakan pada algoritma ini adalah dua buah bilangan prima dan satu buah bilangan integer sebagai penggeser. Hasil yang diperoleh asdalah penggunaan algoritma Affine Cipher dalam melakukan proses enkripsi dan dekripsi. Penggunaan metode ini sangat membantu mengamankan teks yang akan dikirimkan kepada orang lain atau pada jaringan komputer.
    algoritma affine cipher dapat digunakan untuk menyembunyikan pesan rahasia ke dalam teks dengan efektif. Affine cipher adalah salah satu metode penyandian pesan menggunakan algoritma kriptografi klasik. Kriptografi klasik merupakan algoritma kriptografi yang berbasis karakter dimana enkripsi dan dekripsi dilakukan pada setiap karakter pesan.
    .Algoritma Modifikasi Affine Cipher merupakan metode Affine Cipher dengan menerapkan modifikasi pada plainteks yang dikelompokan menjadi k karakter setiap kelompoknya, kemudian disusun ulang dengan posisi terbalik. Secara umum algoritma kriptografi klasik dikategorikan menjadi dua, yaitu cipher substitusi dan cipher transposisi. Cipher substitusi merupakan proses penyandian pesan dengan mengganti huruf dari plainteks menjadi huruf, angka, atau simbol lainnya
• Perluasan dari Caesar cipher 
• Enkripsi: C  mP + b (mod n)
• Dekripsi: P  m–1 (C – b) (mod n) 
• Kunci: m dan b Keterangan: 
1. n adalah ukuran alfabet 
2. m bilangan bulat yang relatif prima dengan n 
3. b adalah jumlah pergeseran 
4. Caesar cipher adalah khusus dari affine cipher dengan m = 1 
5. m–1 adalah inversi m (mod n), yaitu m.m–1 = 1 (mod n)

HILL CIPHER
    Hill Cipher merupakan salah satu algoritma kriptografi kunci simetris yang memiliki beberapa kelebihan dalam enkripsi data. Untuk menghindari matrik kunci yang tidak invertible, matrik kunci dibangkitkan menggunakan koefisien binomial newton.  Proses enkripsi dan deskripsi menggunakan kunci yang sama, plaintext dapat menggunakan media gambar atau text.
  Algoritma Hill Cipher menggunakan matriks berukuran m x m sebagai kunci untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Dasar teori matriks yang digunakan dalam Hill Cipher antara lain adalah perkalian antar matriks dan melakukan invers pada matriks.
- Dikembangkan oleh Lester Hill (1929) 
- Menggunakan m buah persamaan linier
 - Untuk m = 3 (enkripsi setiap 3 huruf),
Kekuatan Hill cipher terletak pada penyembunyian frekuensi huruf tunggal
Huruf plainteks yang sama belum tentu dienkripsi menjadi huruf cipherteks yang sama.
ENIGMA CIPHER

Enigma adalah mesin yang digunakan Jerman selama Perang Dunia II untuk mengenkripsi/dekripsi pesan-pesan militer.Enigma menggunakan sistem rotor (mesin berbentuk roda yang berputar) untuk membentuk huruf cipherteks yang berubah-ubah. Setelah setiap huruf dienkripsi, rotor kembali berputar untuk membentuk huruf cipherteks baru untuk huruf plainteks berikutnya.
• Enigma menggunakan 4 buah rotor untuk melakukan substitusi. 
• Ini berarti terdapat 26x26x26x26 = 456.976 kemungkinan huruf cipherteks sebagai pengganti huruf plainteks sebelum terjadi perulangan urutan cipherteks. 
• Setiap kali sebuah huruf selesai disubstitusi, rotor pertama bergeser satu huruf ke atas. 
• Setiap kali rotor pertama selesai bergeser 26 kali, rotor kedua juga melakukan hal yang sama, demikian untuk rotor ke-3 dan ke-4.

• Posisi awal keempat rotor dapat di-set; dan posisi awal ini menyatakan kunci dari Enigma.
• Jerman meyakini bahwa cipherteks yang dihasilkan Enigma tidak mungkin dipecahkan. Namun, sejarah membuktikan bahwa pihak Sekutu berhasil juga memecahkan kode Enigma. 
• Keberhasilan memecahkan Enigma dianggap sebagai faktor yang memperpendek Perang Dunia II menjadi hanya 2 tahun. 

Comments

Popular posts from this blog

Kriptografi Klasik Oleh : Fadil Firmansyah

Prinsip Perancangan Blok Cipher Oleh : Fadil Firmansyah